Malaysia — Oktober 2026 — Pertemuan kembali dengan dosen pembimbing sering kali menghadirkan lebih dari sekadar nostalgia masa studi. Bagi empat alumni Universiti Teknologi PETRONAS (UTP), yakni Dr. Basith, Dr. Bambang, Dr. Dedi, dan Prof. Yeni, pertemuan dengan Dr. Nasir dalam rangkaian kunjungan Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) ke Malaysia menjadi momen untuk mengenang perjalanan akademik sekaligus hubungan personal yang tetap terjaga setelah bertahun-tahun berlalu.
Bagi keempat alumni tersebut, Dr. Nasir bukan hanya sosok pembimbing yang mendampingi penyelesaian studi, tetapi juga mentor yang memberikan teladan, membuka kesempatan, dan mendukung perkembangan mereka sebagai akademisi maupun profesional. Kisah mereka memperlihatkan bahwa hubungan antara dosen pembimbing dan mahasiswa dapat terus tumbuh, bahkan setelah masa studi berakhir.
Bimbingan yang Membentuk Karakter dan Integritas
Bagi Prof. Yeni, pengalaman dibimbing oleh Dr. Nasir meninggalkan kesan mendalam, terutama melalui keteladanan, kesabaran, dan ketelitian beliau. Bimbingan yang diberikan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter sebagai peneliti yang jujur dan berintegritas.
Salah satu nasihat yang terus diingat Yeni adalah pentingnya mengutamakan kebermanfaatan ilmu dan menjadi pribadi yang baik sebelum berusaha menjadi pribadi yang pintar. Baginya, nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang relevan, tidak hanya dalam menjalankan pekerjaan akademik, tetapi juga dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kedekatan mereka pun tidak berhenti setelah studi selesai. Yeni mengenang bahwa Dr. Nasir bersama keluarganya pernah datang ke Yogyakarta saat pengukuhan profesornya. Bagi Yeni, hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan yang terjalin selama masa studi telah berkembang menjadi ikatan personal yang tetap terpelihara.
Ia memaknai hubungan antara pembimbing dan mahasiswa sebagai hubungan orang tua dan anak dalam lingkup akademik. Menurutnya, alumni perlu terus menjaga silaturahmi dan menghormati guru karena keberkahan ilmu juga berkaitan dengan penghargaan terhadap orang-orang yang telah membimbing perjalanan mereka.

Kesabaran yang Menumbuhkan Kemandirian dan Produktivitas
Pengalaman Dr. Bambang bersama Dr. Nasir juga memperlihatkan bagaimana bimbingan yang konsisten dapat mendorong produktivitas akademik. Selama kurang lebih dua tahun menjalani bimbingan, Bambang mengingat kesempatan untuk menghasilkan enam publikasi bersama dalam seminar atau konferensi nasional dan internasional, serta satu artikel jurnal yang terindeks Scopus.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam prosesnya mempelajari penulisan artikel ilmiah dan membangun rekam jejak publikasi. Tidak hanya memberikan arahan akademik, Dr. Nasir juga membuka kesempatan bagi Bambang untuk memperluas jejaring dengan lingkungan universitas.
Menurut Dr. Bambang, hubungan yang baik antara pembimbing dan mahasiswa dibangun melalui kemampuan untuk saling memahami dan menempatkan diri secara tepat. Ia juga mengenang kedekatan mereka yang berlanjut di luar kegiatan akademik.
Dukungan Akademik yang Membuka Jalan
Bagi Dr. Dedi, salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika makalah hasil studinya dipresentasikan oleh Dr. Nasir dalam konferensi ION GNSS pada 2008. Dr. Dedi mengenang pengalaman tersebut sebagai langkah penting dalam perjalanan publikasinya, karena menjadi awal rekam jejak publikasi ilmiah terindeks Scopus yang ia miliki.
Dukungan Dr. Nasir tidak hanya dirasakan dalam kegiatan penelitian. Dr. Dedi juga mengenang bagaimana sang pembimbing memberikan dukungan positif ketika ia mulai membangun kehidupan berkeluarga. Sikap yang sabar, kemampuan memberikan arahan, serta keterbukaan untuk saling memahami membuat hubungan mereka berkembang melampaui relasi formal antara dosen dan mahasiswa.
Bagi Dr. Dedi, hubungan tersebut terbangun melalui sikap saling menghargai. Semangat mahasiswa dalam menjalankan penelitian bertemu dengan kesediaan pembimbing untuk memberikan arahan dan dukungan. Kedekatan yang terbentuk selama studi pun terus berlanjut hingga saat ini.
Lebih dari Bimbingan: Dukungan Nyata bagi Penelitian
Sementara itu, Dr. Basith mengenang pengalaman yang menunjukkan sisi lain dari proses bimbingan akademik. Bagi Dr. Basith, pengalaman bersama Dr. Nasir menggambarkan bagaimana seorang pembimbing dapat mendorong mahasiswa untuk menyelesaikan tanggung jawab akademiknya tanpa kehilangan sikap mengayomi. Ia juga mengingat besarnya dukungan Dr. Nasir dalam membantu penyediaan data topografi Malaysia yang saat itu terbatas untuk kebutuhan penelitiannya.
Dukungan tersebut bahkan mencakup pengajuan dana penelitian untuk menunjang kegiatan riset Basith. Bantuan dalam penyediaan data, dukungan pendanaan, dan keterlibatan dalam kegiatan lapangan menunjukkan bahwa proses bimbingan dapat mencakup berbagai aspek yang diperlukan mahasiswa untuk menyelesaikan penelitian.
Basith juga mengenang kedekatan Dr. Nasir dengan para mahasiswa bimbingannya, termasuk kunjungan ke rumah dan keterlibatan mereka dalam kegiatan survey camp. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi bagian dari kenangan akademik yang terus melekat setelah masa studi berakhir.
Menjaga Hubungan, Meneruskan Keteladanan
Kisah Prof. Yeni, Dr. Bambang, Dr. Dedi, dan Dr. Basith memperlihatkan beragam bentuk dukungan yang dapat diberikan seorang pembimbing: keteladanan dalam menjaga integritas, kesabaran dalam menghadapi tantangan penelitian, kesempatan untuk membangun rekam jejak publikasi, hingga dukungan konkret dalam penyediaan data dan pendanaan riset.
Pertemuan kembali dalam rangkaian kunjungan DTGD FT UGM ke Malaysia menjadi kesempatan untuk mengenang kontribusi tersebut sekaligus memperbarui silaturahmi yang telah terjalin sejak masa studi. Bagi para alumni, pertemuan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan juga mengingat kembali nilai-nilai yang mereka bawa dalam perjalanan akademik dan profesional masing-masing.