Meet the Alumni: Christanto Michael Nainggolan, Alumni Geodesi UGM yang Berkarier di Industri Geospasial Internasional

Yogyakarta – Rombongan dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) bertemu dengan salah satu alumninya, Christanto Michael Pandapotan Nainggolan, dalam rangkaian kunjungan akademik, industri, dan asosiasi profesi ke Malaysia pada 11–15 Oktober 2026. Alumni Geodesi UGM angkatan 2009 yang akrab disapa Mas Chris ini kini berkarier di Topcon sebagai Senior Sales Engineer untuk wilayah Indonesia. Perjalanan kariernya menjadi gambaran bagaimana bekal ilmu geodesi, pengalaman lintas bidang, dan kemauan untuk terus belajar dapat membuka peluang berkarier di industri geospasial internasional.

Merintis Karier dari Berbagai Bidang

Setelah menyelesaikan studi pada Mei 2015, Christanto memulai perjalanan profesionalnya sebagai Purchasing Admin di perusahaan kontraktor fire protection. Ia kemudian memperoleh kesempatan terlibat dalam proyek survei di Timor-Leste, bergabung dengan ASI Pudjiastuti Geosurvey, serta bekerja selama kurang lebih dua tahun di PT Solusi Energi Nusantara (SENA). Di perusahaan tersebut, ia mulai mendalami penggunaan GNSS Topcon untuk survei jalur pipa gas dan pengolahan data sistem informasi geografis (SIG).

Pengalamannya berlanjut ke bidang teknologi informasi (IT), sebelum akhirnya bergabung dengan PT Kompas Navigasi Indonesia, perusahaan distributor alat survei dan pemetaan. Di sana, Christanto menjalani peran sebagai Technical Support dan kemudian Sales Engineer. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal yang membawanya bergabung dengan Topcon pada Oktober 2019.

Menariknya, posisi yang pertama kali ia lamar di Topcon adalah Marketing Executive. Namun, setelah melalui proses seleksi, ia justru mendapat tawaran untuk memulai karier sebagai Technical Support Engineer. Pada 2021, ia dipercaya menjadi Regional Sales Engineer untuk wilayah Indonesia. Tiga tahun kemudian, ia dipromosikan menjadi Senior Sales Engineer untuk wilayah yang sama, posisi yang masih dijalaninya hingga saat ini.

Bagi Christanto, pengalaman bekerja di berbagai bidang yang sekilas tampak tidak saling berkaitan justru memberinya perspektif yang lebih luas. Ia tidak hanya memahami aspek teknis survei dan pemetaan, tetapi juga pengolahan data, teknologi informasi, serta sisi bisnis. Pengalaman tersebut membantunya memahami kebutuhan pelanggan dan membangun solusi yang relevan dalam lingkungan kerja profesional.

Kompetensi Teknis, Komunikasi, dan Kemauan untuk Belajar

Menurut Christanto, bekerja di perusahaan multinasional tidak cukup hanya mengandalkan satu keahlian. Penguasaan ilmu teknis tetap menjadi fondasi penting, tetapi perlu dilengkapi dengan kemampuan komunikasi, bahasa Inggris, pemahaman bisnis, dan kemauan untuk terus mempelajari hal-hal baru.

Ia mengingat bahwa salah satu nilai tambah yang dinilai oleh manajernya ketika proses rekrutmen adalah keberaniannya mencoba berbagai bidang pekerjaan. Kemampuan berbahasa Inggris dan keberanian menggunakannya selama wawancara juga menjadi faktor yang mendukung. Selain itu, pengalaman menjalankan usaha sampingan turut memberinya pemahaman mengenai peluang dan aspek bisnis.

Dalam lingkungan kerja internasional, Christanto juga menghadapi tantangan untuk membangun komunikasi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang, pengalaman, dan cara kerja berbeda. Salah satu pengalaman berkesannya adalah ketika ia perlu membangun kepercayaan dengan mitra bisnis yang jauh lebih senior. Melalui komunikasi yang konsisten, pemahaman terhadap kebutuhan mitra, serta upaya memberikan solusi, ia perlahan membangun hubungan profesional yang baik.

Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa kepercayaan dalam dunia kerja tidak semata-mata ditentukan oleh usia atau senioritas. Pengetahuan, sikap profesional, konsistensi, dan kemampuan memahami kebutuhan pihak lain juga berperan penting dalam membangun kerja sama.

Pesan untuk Mahasiswa Geodesi UGM

Kepada mahasiswa Geodesi UGM yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, Christanto berpesan agar mereka tidak berhenti belajar dan tidak membatasi pengembangan diri hanya pada ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Menurutnya, ilmu geodesi merupakan fondasi penting untuk memulai karier. Namun, mahasiswa juga perlu mengembangkan keterampilan pendukung, seperti bahasa asing, komunikasi, pemahaman bisnis, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ia mendorong mahasiswa agar tidak takut mencoba bidang pekerjaan baru selama bersedia belajar dan memberikan yang terbaik. Pesan Mas Chris kepada seluruh mahasiswa Geodesi UGM Adalah:

“Jangan merasa bahwa perjalanan karier harus selalu lurus sesuai dengan jurusan yang kita ambil. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus berkembang dan memberikan nilai tambah di mana pun kita berada”