Departemen Teknik Geodesi UGM Jalin Kerja Sama Akademik dan Kolaborasi Riset dengan Universiti Teknologi Malaysia

Johor Bahru, 12 Oktober 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) melaksanakan kunjungan akademik ke Fakultas Alam dan Bina Ukur (FABU), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), pada Senin, 12 Oktober 2026. Kunjungan yang berlangsung pukul 09.00–14.00 waktu setempat ini bertujuan memperkuat kerja sama akademik, menjajaki peluang kolaborasi riset internasional, serta mengembangkan kerja sama antar KBK.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya DTGD FT UGM dalam menerapkan prinsip continuous quality improvement atau peningkatan mutu berkelanjutan sekaligus memperkuat rekognisi internasional. Melalui kunjungan ini, DTGD FT UGM berupaya memperluas jejaring akademik global, memperkaya pengembangan kurikulum melalui pertukaran pengalaman dengan institusi mitra, serta membuka peluang mobilitas akademik lintas negara bagi dosen dan mahasiswa.

Rombongan DTGD FT UGM yang dipimpin oleh Ketua Departemen, Prof. Trias Aditya, bersama jajaran pengelola program studi, disambut langsung oleh Dekan FABU UTM, Prof. Ts. Dr. Kherun Nita Binti Ali, beserta jajarannya. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Rombongan DTGD FT UGM juga berkesempatan mengunjungi lingkungan kampus FABU UTM untuk melihat berbagai fasilitas pendidikan, gedung, ruang perkuliahan, dan laboratorium yang mendukung kegiatan akademik dan penelitian.

Agenda dilanjutkan dengan pemaparan profil Departemen Geoinformasi FABU UTM oleh Sr. Gs. Dr. Othman bin Zainon, selaku pimpinan Departemen Geoinformasi. Dalam paparannya, beliau memperkenalkan profil departemen, sejarah perkembangan institusi, struktur program studi, sumber daya manusia, fasilitas pendukung, serta komposisi mahasiswa. Pemaparan ini menjadi kesempatan bagi kedua institusi untuk saling mengenal sistem pengelolaan akademik dan berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan.

Selanjutnya, Prof. Trias memaparkan profil dan arah pengembangan akademik DTGD FT UGM. Beliau menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional, memperkuat hubungan antarkolega akademik, dan meningkatkan reputasi internasional kedua institusi. Sejumlah peluang kerja sama turut dibahas, termasuk program double degree, supervisi bersama bagi mahasiswa doktoral (joint PhD supervision), serta skema mobilitas mahasiswa dan transfer kredit antarkampus.

Pembahasan kemudian berlanjut pada pemaparan kurikulum dan struktur program pendidikan di FABU UTM. Sr. Dr. Nurul Izzati binti Abd. Karim, selaku koordinator program Departemen Geoinformasi, menjelaskan struktur kurikulum program Bachelor of Geomatics Engineering, termasuk mata kuliah wajib dan pilihan pada setiap semester. Selanjutnya, Dr. Suzanna binti Noor Azmy memaparkan program Bachelor of Science, sementara Sr. Ts. Dr. Muhammad Imzan bin Hassan menjelaskan program pascasarjana Departemen Geoinformasi, yang mencakup pendidikan magister dan doktoral. Pemaparan program pascasarjana dilanjutkan oleh Sr. Dr. Mohammad Hanif bin Hamden, yang menjelaskan program Master of Geomatics Engineering. Sesi ini memberikan gambaran mengenai struktur pendidikan, pendekatan pembelajaran, serta peluang penyelarasan kurikulum yang dapat menjadi dasar pengembangan program mobilitas mahasiswa dan pendidikan bersama antara DTGD FT UGM dan UTM.

Pada sesi diskusi, Dr. Othman menyambut baik peluang kerja sama akademik yang ditawarkan, khususnya dalam bentuk student exchange dan double degree pada jenjang magister. Prof. Trias turut mengusulkan skema percepatan studi sarjana ke magister melalui program fast-track international master’s programme, yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman akademik internasional melalui jalur pendidikan yang terintegrasi.

Ketua Program Studi Magister Teknik Geomatika DTGD FT UGM, Dr. I Made Andi Arsana, kemudian memaparkan struktur kurikulum dan persyaratan beban studi program magister di UGM. Salah satu peluang yang dibahas adalah skema Master 1+1, yaitu mahasiswa menempuh satu tahun studi di Program Magister Teknik Geomatika UGM dan satu tahun berikutnya di Departemen Geoinformasi UTM. Skema ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan program pendidikan bersama sekaligus memberikan pengalaman akademik lintas negara kepada mahasiswa.

Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Teknik Geomatika DTGD FT UGM, Dr. Purnama, menyampaikan potensi kerja sama pada jenjang doktoral, baik melalui jalur reguler maupun berbasis penelitian (by research). Kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui supervisi bersama, pertukaran pengetahuan antarpeneliti, serta keterlibatan akademisi dari kedua institusi dalam kegiatan penelitian dan pengembangan keilmuan.

Selain membahas program pendidikan formal, pertemuan ini juga menghasilkan sejumlah peluang kolaborasi lain. Dr. Othman juga mengundang DTGD FT UGM untuk mengirimkan delegasi pada penyelenggaraan konferensi atau kegiatan internasional di bidang geoinformatika dan teknologi pada tahun berikutnya. Di bidang penelitian, kedua institusi menjajaki peluang pengembangan riset bersama, penyelenggaraan webinar akademik secara berkala satu hingga dua kali setiap semester, serta keterlibatan dosen sebagai penguji eksternal pada program doktoral (external PhD examiner).

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kolaborasi jangka panjang antara DTGD FT UGM dan Departemen Geoinformasi FABU UTM. Kerja sama tersebut berpotensi mencakup pengembangan kurikulum, pertukaran mahasiswa dan dosen, program double degree, supervisi bersama mahasiswa doktoral, penelitian kolaboratif, serta forum berbagi pengetahuan melalui seminar dan webinar internasional.