Yogyakarta, 12 Februari 2026 — Tim riset Geo-AIT bersama Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar demonstrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam bidang tata ruang. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Kementerian ATR/BPN. Demonstrasi ini menjadi bagian dari upaya pengembangan sistem monitoring pemanfaatan ruang yang lebih cepat dan akurat.

Dalam kegiatan tersebut, tim Geo-AIT memperkenalkan dua aplikasi utama, yakni Jagad Lintang dan Landep. Jagad Lintang difokuskan pada deteksi tutupan lahan berbasis teknologi U-Net, sementara Landep digunakan untuk analisis perubahan lahan (change detection) berbasis AI. Kedua aplikasi ini dirancang untuk membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan tata ruang secara lebih efisien dan berbasis data.
Paparan juga mencakup hasil pengembangan proyek yang dilakukan bersama mitra, termasuk integrasi sistem berbasis web dan dashboard untuk memudahkan pengguna dalam mengakses data. Selain itu, tim juga menunjukkan hasil analisis dan implementasi sistem pada beberapa wilayah uji coba di Indonesia. Pengembangan ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pengendalian pemanfaatan ruang.
Sejumlah dosen dari Departemen Teknik Geodesi FT UGM turut terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU., Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPU. Selain itu, hadir pula Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang memberikan kontribusi dalam pengembangan riset dan implementasi teknologi. Keterlibatan para akademisi ini menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung inovasi di sektor pemerintahan.

Kegiatan demonstrasi berlangsung interaktif dengan melibatkan diskusi antara tim pengembang dan perwakilan dari ATR/BPN. Para peserta membahas berbagai tantangan dalam implementasi teknologi AI, termasuk integrasi data dan kesiapan infrastruktur. Diskusi ini juga menjadi ajang untuk mengevaluasi efektivitas sistem yang telah dikembangkan.
Penyelenggara berharap teknologi yang diperkenalkan dapat segera diimplementasikan secara lebih luas dalam pengawasan tata ruang di Indonesia. Selain itu, kolaborasi antara UGM dan pemerintah diharapkan terus berlanjut dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi. Dengan pemanfaatan AI, proses monitoring dan pengendalian ruang diharapkan menjadi lebih transparan dan akuntabel.
Ke depan, pemanfaatan teknologi AI dalam sektor tata ruang diperkirakan akan semakin berkembang seiring dengan kebutuhan akan sistem pengawasan yang lebih presisi. Integrasi berbagai sumber data menjadi tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan teknologi ini. Oleh karena itu, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasinya.