Yogyakarta, 15 April 2026 — Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali berperan dalam forum internasional melalui partisipasi dalam webinar yang diselenggarakan oleh BIAMC. Kegiatan ini mengangkat tema “Shipping and Trade Contracts in Times of Conflict: Performance & Risk Allocation” yang membahas dinamika kontrak pelayaran dan perdagangan di tengah situasi konflik global. Webinar ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara dan berlangsung secara daring melalui platform Zoom.
Dalam kegiatan tersebut, I Made Andi Arsana didapuk sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi. Ia merupakan Kepala Program Magister Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, UGM. Perannya sebagai moderator menjadi penting dalam mengarahkan pembahasan agar tetap fokus pada isu strategis terkait hukum maritim dan perdagangan internasional. Diskusi dalam webinar ini menyoroti bagaimana konflik global mempengaruhi pelaksanaan kontrak pelayaran dan perdagangan. Para pembicara membahas tantangan dalam pemenuhan kewajiban kontraktual serta bagaimana resiko dapat dialokasikan secara adil di antara para pihak. Selain itu, forum ini juga mengulas aspek hukum yang berkaitan dengan ketidakpastian dalam rantai pasok global.
I Made Andi Arsana dikenal sebagai akademisi dan peneliti di bidang aspek geospasial dalam hukum laut internasional. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di University of Wollongong dan aktif terlibat dalam berbagai kerja sama internasional, termasuk dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan National University of Singapore. Selain itu, ia telah menghasilkan lebih dari 200 publikasi ilmiah dan kerap menjadi pembicara dalam forum global di berbagai kawasan.
Selain aktivitas akademik, Andi juga menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Internasional UGM yang menangani berbagai kerja sama global. Ia juga berperan sebagai UN Conciliator untuk urusan hukum laut serta konsultan FAO dalam implementasi perjanjian BBNJ di Indonesia. Keterlibatannya dalam berbagai forum internasional menunjukkan kontribusi aktif akademisi Indonesia dalam isu-isu global.
Webinar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait pengelolaan risiko dalam kontrak pelayaran di masa konflik. Diskusi yang berlangsung juga menjadi wadah pertukaran perspektif antara akademisi, praktisi hukum, dan pelaku industri. Dengan demikian, hasil pembahasan dapat menjadi referensi dalam menghadapi tantangan di sektor maritim dan perdagangan internasional. Ke depan, isu hukum maritim dan perdagangan global diperkirakan akan semakin kompleks seiring dengan dinamika geopolitik dunia. Oleh karena itu, forum diskusi internasional seperti ini menjadi penting untuk memperkuat pemahaman dan kerja sama lintas negara. Partisipasi akademisi UGM dalam kegiatan ini juga mempertegas peran perguruan tinggi dalam kontribusi global berbasis keilmuan.