Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Geodesi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Apa itu Teknik Geodesi?
    • Sejarah DTGD
    • Visi dan Misi Departemen
    • Stuktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Teknik Geodesi
    • Magister Teknik Geomatika
    • Doktor Teknik Geomatika
    • International Undergraduate Program of Geodetic Engineering
  • Kemahasiswaan
    • Admisi
    • Organisasi Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Tinggal di Jogja
  • Riset dan Publikasi
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • Lab/KBK Survei Keteknikan
      • Lab/KBK Hidrografi
      • Lab/KBK Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis
      • Lab/KBK Kadaster dan Teknik Geoinformatika
      • Lab/KBK Teknik Fotogrametri dan Penginderaan Jauh
    • Penelitian-Pengabdian Masyarakat
    • Jurnal JGISE
    • Konferensi CGISE
    • Geo-Land-SEA 2023
  • Layanan
    • SIJAMU DTGD
      • Dashboard Geomatika
    • Safety, Health, and Environment (SHE)
    • Layanan Akademik
    • Perpustakaan Terpadu UGM
    • Layanan TI
    • Fasilitas Pendukung
    • Hasil Survei
  • Beranda
  • SDGs17
  • SDGs17
  • hal. 6
Arsip:

SDGs17

Kuliah Tamu Bersama Duta Besar RI untuk Yunani Bahas Pentingnya Networking dan Global Mindset bagi Mahasiswa

BeritaKuliah Umum Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta, 28 April 2026 – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyelenggarakan kuliah tamu bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Yunani, Dr. Bebeb Abdul Kurnia Nugraha Djundjunan. Kegiatan ini menghadirkan mahasiswa dari berbagai kelas dan program studi, termasuk mahasiswa internasional, dalam sebuah diskusi interaktif mengenai networking, kolaborasi, diplomasi, dan kesiapan menghadapi tantangan global. Kuliah tamu dibuka oleh dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Prof. I Made Andi Arsana, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lintas disiplin. Menurutnya, mahasiswa teknik tidak hanya perlu memahami aspek teknis dan rekayasa, tetapi juga harus mampu membangun jejaring, berkolaborasi, dan memahami dinamika global.

Dalam pengantarnya, Prof. I Made Andi Arsana memperkenalkan Dr. Bebeb Djundjunan sebagai diplomat karier senior yang telah berpengalaman lebih dari tiga dekade di bidang hukum internasional, negosiasi perjanjian, dan urusan maritim. Selama berkarier di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, beliau pernah menjabat sebagai Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan serta memimpin berbagai negosiasi batas maritim Indonesia dengan negara tetangga.

Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Sugeng S. Surjono, turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Duta Besar RI untuk Yunani tersebut. Ia berharap pengalaman diplomasi internasional yang dimiliki narasumber dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya kemampuan komunikasi, kerja sama, dan adaptasi di dunia global. Dalam pemaparannya, Dr. Bebeb Djundjunan menekankan bahwa dunia saat ini ditandai oleh dua hal utama, yaitu globalisasi dan digitalisasi. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga harus membangun karakter, profesionalisme, dan kemampuan adaptasi.

“Networking adalah tentang bagaimana kita membangun hubungan, kolaborasi, dan kepercayaan. Saat ini kita tidak hanya bersaing dengan lingkungan sekitar, tetapi dengan miliaran orang di seluruh dunia,” ujarnya. Ia juga menjelaskan pentingnya memiliki global mindset, meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan, serta berani keluar dari zona nyaman. Menurutnya, mahasiswa perlu aktif membangun jejaring sejak dini melalui organisasi, komunitas, seminar, maupun kegiatan sosial lainnya.

Dalam sesi tersebut, Dr. Bebeb turut membagikan pengalamannya membangun berbagai komunitas dan forum internasional selama bertugas di Athena, Yunani, seperti Indonesian Hellenic Business Forum, Hellenic ASEAN Business Council, hingga komunitas diplomatik berbasis hobi. Pengalaman tersebut menjadi contoh nyata bagaimana networking dapat berkembang menjadi kolaborasi strategis yang mendukung hubungan antarnegara. Selain membahas networking, kuliah tamu juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu. Dr. Bebeb menjelaskan bahwa dunia diplomasi modern membutuhkan kontribusi dari berbagai bidang, termasuk teknik, sains, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI). Ia mencontohkan bagaimana para ahli teknik turut berperan dalam isu hukum laut, eksplorasi sumber daya alam, hingga pemetaan wilayah maritim.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mahasiswa terkait kerja sama lintas budaya, diplomasi internasional, hingga posisi Indonesia di tengah dinamika global. Menanggapi hal tersebut, Dr. Bebeb menekankan pentingnya sikap saling menghormati, kemampuan mendengar, dan memahami kepentingan berbagai pihak dalam membangun kerja sama.

Pada akhir sesi, Dr. Bebeb memberikan pesan kepada mahasiswa agar terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak berhenti belajar. “Gelar akademik hanyalah pintu masuk. Setelah lulus, tantangan sebenarnya dimulai. Bangun kapasitas diri, cari mentor yang baik, dan jadilah pribadi yang memiliki wawasan global,” pesannya. Kuliah tamu ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi mahasiswa FT UGM mengenai pentingnya networking, kolaborasi, dan kesiapan menghadapi dunia global yang semakin dinamis.

Kuliah Tamu dan Training “Mapping the Future” Bahas SLAM dan Teknologi 3D Scanning di Bidang Geospasial

BeritaKuliah Umum Sabtu, 25 April 2026

Yogyakarta, 25 April 2026 – Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dan Training bertajuk “Mapping the Future: SLAM dan Revolusi 3D Scanning di Dunia Geospasial”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, bertempat di Ruang Kuliah III.4, dan diikuti oleh mahasiswa serta sivitas akademika yang memiliki minat di bidang teknologi geospasial. Kegiatan ini menghadirkan Mayang Lumongga, S.T., selaku Business Development Representative dari PT Aptella Solusi Teknologi sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, narasumber membahas perkembangan teknologi terkini di bidang pemetaan, khususnya terkait penerapan metode Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) serta teknologi 3D scanning yang semakin berkembang dalam industri geospasial.

Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar dan prinsip kerja SLAM, pemanfaatan teknologi 3D scanning untuk akuisisi data spasial secara cepat dan detail, serta berbagai implementasi nyata di dunia industri. Peserta juga diperkenalkan pada bagaimana teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam kegiatan survei dan pemetaan, terutama pada lingkungan yang kompleks dan dinamis. Kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM, yaitu Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc., Calvin Wijaya, S.T., M.Eng., serta Mohamad Bagas Setiawan, S.T., M.Eng. Kehadiran para dosen ini mencerminkan dukungan terhadap penguatan wawasan mahasiswa dalam memahami perkembangan teknologi mutakhir di bidang geomatika.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif dan training yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami aplikasi teknologi secara lebih praktis. Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme peserta dalam menggali potensi pemanfaatan SLAM dan 3D scanning dalam berbagai kebutuhan, baik akademik maupun profesional. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi geospasial serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tuntutan industri yang semakin berbasis pada data dan teknologi digital. Departemen Teknik Geodesi FT UGM terus berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan zaman, guna mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.

Pertemuan Tim Penelitian GEOLIVE dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Bahas Isu PBB, Infrastruktur, dan Potensi Wilayah

BeritaPenelitian Kamis, 23 April 2026

Yogyakarta, 23 April 2026 – Tim penelitian GEOLIVE (Geospatial, Landscape, Infrastructure, and Vision for Sustainability) dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan pertemuan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Departemen Teknik Geodesi, tepatnya di Laboratorium Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis.

Tim GEOLIVE dipimpin oleh Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T., selaku dosen Teknik Geodesi, dan didampingi oleh Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc., dosen Teknik Geodesi, Iqbal Hanun Azizi, S.T., dari Laboratorium Geodesi, serta Dr. Dedi Atunggal S.P., S.T., M.Sc. dalam kapasitas keilmuan geologi. Pertemuan ini menjadi forum diskusi strategis antara akademisi dan pemerintah daerah dalam membahas berbagai isu geospasial dan pembangunan wilayah di Kabupaten Jepara.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah permasalahan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya terkait ketidaksesuaian jumlah bidang tanah yang berdampak pada optimalisasi penerimaan pajak daerah. Dalam diskusi tersebut, Tim GEOLIVE menawarkan pendekatan berbasis data geospasial untuk meningkatkan akurasi pendataan bidang tanah serta integrasi informasi yang lebih sistematis.

Selain itu, pertemuan juga menyoroti pelaksanaan dan kinerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Jepara. Pihak Diskominfo menyampaikan bahwa kontribusi mahasiswa dinilai cukup baik, tidak hanya sebatas penyampaian teori, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk aksi nyata dan eksekusi program di lapangan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Pembahasan kemudian berlanjut pada isu infrastruktur jalan, khususnya terkait kebutuhan informasi kondisi jalan, baik yang berlubang maupun dalam kondisi baik. Data tersebut dinilai penting untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Tidak hanya itu, potensi pengembangan wilayah juga menjadi perhatian dalam pertemuan ini, termasuk potensi wisata di Pulau Panjang yang dinilai memiliki daya tarik tinggi untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Selain aspek wisata, diskusi juga mencakup wilayah yang memiliki bangunan heritage, yang memerlukan pendekatan khusus dalam pengelolaan dan pelestariannya.

Pertemuan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi dan data geospasial untuk mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan program kerja sama yang lebih konkret antara Tim GEOLIVE dan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Kunjungan Dosen Departemen Teknik Geodesi FT UGM ke Kantor ATR/BPN Barito Selatan dalam Rangka Praktik Keinsinyuran dan Diskusi PTSL

Berita Rabu, 22 April 2026

Barito Selatan, 22 April 2026 – Dalam rangka pelaksanaan kegiatan akademik dan penguatan sinergi antara perguruan tinggi dengan instansi pemerintah, Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. bersama Dr. Ir. Dwi Lestari, S.T., M.E., IPM., dosen dari Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (FT UGM), melakukan kunjungan ke Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Barito Selatan. Kunjungan ini bertujuan untuk melaksanakan Kunjungan Lapangan Praktik Keinsinyuran sekaligus menjalin diskusi terkait pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Kantor ATR/BPN Barito Selatan, Iwan Susianto, S.ST., M.A.P., yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, mencerminkan kolaborasi yang erat antara dunia akademik dan praktisi di lapangan.

Dalam kegiatan ini, Prof. Nurrohmat Widjajanti dan Dr. Dwi Lestari melakukan peninjauan langsung terhadap proses pelaksanaan Praktik Keinsinyuran yang sedang dijalankan. Selain itu, dilakukan pula diskusi mendalam mengenai implementasi program PTSL di wilayah Barito Selatan, yang menjadi salah satu program strategis nasional dalam rangka percepatan pendaftaran tanah di Indonesia. Iwan Susianto memaparkan berbagai aspek teknis dan manajerial dalam pelaksanaan PTSL, termasuk tantangan yang dihadapi di lapangan, seperti kondisi geografis, keterbatasan sumber daya, serta upaya inovatif yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan akurasi data pertanahan. Diskusi ini juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi survei dan pemetaan dalam mendukung keberhasilan program PTSL.

Prof. Nurrohmat Widjajanti dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas upaya dan capaian yang telah dilakukan oleh Kantor ATR/BPN Barito Selatan. Beliau menekankan bahwa kegiatan Praktik Keinsinyuran menjadi sarana penting dalam menjembatani teori dan praktik, sehingga mahasiswa PSPPI dapat memahami secara komprehensif dinamika pekerjaan keinsinyuran di lapangan. Sementara itu, Dr. Dwi Lestari menambahkan bahwa kegiatan kunjungan lapangan seperti ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa serta meningkatkan kualitas kompetensi profesional insinyur, khususnya dalam bidang pertanahan dan tata ruang.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan pertukaran pandangan antara pihak akademisi dan praktisi, yang diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kerja sama lebih lanjut di masa mendatang. Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara FT UGM dan ATR/BPN Barito Selatan dapat terus terjalin dengan baik, serta memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keinsinyuran dan pertanahan di Indonesia.

Dr. I Made Andi Arsana Hadirkan Akademisi Internasional dalam Program “Meet the Professor”

Berita Jumat, 17 April 2026

Yogyakarta, 17 April 2026 – I Made Andi Arsana kembali menghadirkan ruang diskusi akademik melalui program Meet the Professor yang diselenggarakan secara daring. Pada edisi bulan April 2026, program ini menghadirkan Linda Yanti Sulistiawati, seorang akademisi dengan pengalaman internasional yang luas di bidang hukum dan perubahan iklim.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026 pukul 15.30–17.00 WIB ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom dan terbuka bagi peserta yang tertarik mengembangkan karier akademik di tingkat global.

Dalam sesi diskusi, Linda Yanti Sulistiawati membagikan pengalaman dan perjalanan kariernya sebagai akademisi yang berhasil menembus kancah internasional. Ia saat ini menjabat sebagai Senior Research Fellow di Centre for International Law, Faculty of Law, National University of Singapore, serta pernah terlibat sebagai anggota delegasi Indonesia dalam negosiasi Perjanjian Paris terkait perubahan iklim.

Diskusi yang dipandu oleh I Made Andi Arsana ini memberikan berbagai wawasan strategis, mulai dari pengembangan kapasitas akademik, membangun jejaring internasional, hingga tantangan yang dihadapi dalam meniti karier di lingkungan global.

Program Meet the Professor menjadi salah satu inisiatif yang bertujuan untuk menjembatani mahasiswa dan akademisi muda dengan para pakar berpengalaman di tingkat internasional. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh inspirasi serta pemahaman yang lebih komprehensif dalam merencanakan dan mengembangkan karier akademik mereka.

Antusiasme peserta terhadap kegiatan ini menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap peluang pengembangan diri di bidang akademik global. Oleh karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Geo-AI Twinverse Departemen Teknik Geodesi UGM Sambut Kunjungan Pascasarjana UNDIP dalam Sharing Session Digital Twin

Berita Kamis, 16 April 2026

Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menjadi tuan rumah bagi rombongan Pascasarjana Universitas Diponegoro (UNDIP) dalam acara Sharing Session Digital Twin yang berlangsung pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini mempertemukan Geo-AI Twinverse (GeoAIT) Research Team dengan delapan perwakilan Pascasarjana UNDIP untuk mendiskusikan perkembangan teknologi pemodelan digital terkini. Acara diawali dengan pemaparan profil kelompok riset GeoAIT yang mencakup pengenalan tim, fokus riset, produk riset, hingga proyek-proyek unggulan yang telah dihasilkan.

Dalam sesi demonstrasi proyek, tim GeoAIT menampilkan berbagai inovasi digital twin yang telah dikembangkan untuk berbagai keperluan strategis. Beberapa di antaranya meliputi Digital Twin Gunung Berapi untuk pemantauan aktivitas secara time series, pemodelan tata ruang 3D melalui Digital Twin FT UGM dan Jakarta Geotwinverse, hingga sistem pemantauan area kehutanan melalui Digital Twin Hutan Wanagama. Demonstrasi ini memicu diskusi mendalam mengenai potensi implementasi teknologi digital twin di sektor-sektor spesifik, seperti penerapan teknik digital twin untuk area bawah laut di sektor kelautan, optimasi operasional di sektor pertambangan, hingga eksplorasi pemanfaatannya dalam bidang kriptografi.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, diikuti dengan prosesi penyerahan cenderamata dan foto bersama sebagai simbol sinergi antarperguruan tinggi. Sebelum acara resmi ditutup pada pukul 13.00 WIB, seluruh peserta melakukan kunjungan lapangan ke Gedung Engineering Research & Innovation Center (ERIC) FT UGM untuk melihat langsung fasilitas riset dan inovasi yang tersedia. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kedua institusi dapat semakin memperkuat pemanfaatan teknologi geospasial cerdas dalam menjawab tantangan kompleks di masa depan.

Akademisi UGM Jadi Moderator Webinar Internasional Bahas Kontrak Pelayaran di Masa Konflik

Berita Rabu, 15 April 2026

Yogyakarta, 15 April 2026 — Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali berperan dalam forum internasional melalui partisipasi dalam webinar yang diselenggarakan oleh BIAMC. Kegiatan ini mengangkat tema “Shipping and Trade Contracts in Times of Conflict: Performance & Risk Allocation” yang membahas dinamika kontrak pelayaran dan perdagangan di tengah situasi konflik global. Webinar ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara dan berlangsung secara daring melalui platform Zoom.

Dalam kegiatan tersebut, I Made Andi Arsana didapuk sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi. Ia merupakan Kepala Program Magister Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, UGM. Perannya sebagai moderator menjadi penting dalam mengarahkan pembahasan agar tetap fokus pada isu strategis terkait hukum maritim dan perdagangan internasional. Diskusi dalam webinar ini menyoroti bagaimana konflik global mempengaruhi pelaksanaan kontrak pelayaran dan perdagangan. Para pembicara membahas tantangan dalam pemenuhan kewajiban kontraktual serta bagaimana resiko dapat dialokasikan secara adil di antara para pihak. Selain itu, forum ini juga mengulas aspek hukum yang berkaitan dengan ketidakpastian dalam rantai pasok global.

I Made Andi Arsana dikenal sebagai akademisi dan peneliti di bidang aspek geospasial dalam hukum laut internasional. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di University of Wollongong dan aktif terlibat dalam berbagai kerja sama internasional, termasuk dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan National University of Singapore. Selain itu, ia telah menghasilkan lebih dari 200 publikasi ilmiah dan kerap menjadi pembicara dalam forum global di berbagai kawasan.

Selain aktivitas akademik, Andi juga menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Internasional UGM yang menangani berbagai kerja sama global. Ia juga berperan sebagai UN Conciliator untuk urusan hukum laut serta konsultan FAO dalam implementasi perjanjian BBNJ di Indonesia. Keterlibatannya dalam berbagai forum internasional menunjukkan kontribusi aktif akademisi Indonesia dalam isu-isu global.

Webinar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait pengelolaan risiko dalam kontrak pelayaran di masa konflik. Diskusi yang berlangsung juga menjadi wadah pertukaran perspektif antara akademisi, praktisi hukum, dan pelaku industri. Dengan demikian, hasil pembahasan dapat menjadi referensi dalam menghadapi tantangan di sektor maritim dan perdagangan internasional. Ke depan, isu hukum maritim dan perdagangan global diperkirakan akan semakin kompleks seiring dengan dinamika geopolitik dunia. Oleh karena itu, forum diskusi internasional seperti ini menjadi penting untuk memperkuat pemahaman dan kerja sama lintas negara. Partisipasi akademisi UGM dalam kegiatan ini juga mempertegas peran perguruan tinggi dalam kontribusi global berbasis keilmuan.

Sinergi Riset Internasional: Analisis Komparatif Gangguan Ionosfer Akibat Fenomena Seismik dan Hidrometeorologi Resmi Dipublikasikan

BeritaPenelitian Minggu, 12 April 2026

Sebuah kolaborasi riset multidisiplin yang melibatkan konsorsium peneliti dari berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset pemerintah telah resmi dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi, Pure and Applied Geophysics, pada tanggal 10 April 2026. Karya ilmiah bertajuk “Comparison of Ionospheric Disturbances Due to the 2024 Japan Earthquake, Typhoon Seroja 2021 and Koinu 2023 Using 3D Tomography” ini merupakan hasil integrasi kepakaran dari tim peneliti yang merepresentasikan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Antariksa, Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Airlangga (Unair), serta Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Intisari dari studi ini berfokus pada analisis komparatif mengenai anomali pada lapisan ionosfer yang dipicu oleh dua jenis bencana alam ekstrem, yakni gempa bumi tektonik di Jepang (2024) serta Siklon Tropis Seroja (2021) dan Koinu (2023). Dengan mengimplementasikan metodologi tomografi tiga dimensi (3D) berbasis data Global Navigation Satellite System – Total Electron Content (GNSS-TEC), para peneliti berhasil memetakan karakteristik propagasi energi dari permukaan bumi menuju atmosfer atas. Temuan riset menunjukkan bahwa aktivitas seismik memicu Coseismic Ionospheric Disturbances (CIDs) dengan amplitudo signifikan namun durasi singkat, sementara fenomena meteorologi seperti topan menginduksi Concentric Traveling Ionospheric Disturbances (CTIDs) yang memiliki persistensi durasi lebih lama dengan pola spasial yang mengikuti dinamika pergerakan badai tersebut.

Secara strategis, publikasi ini memberikan kontribusi fundamental terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) melalui penguatan sistem mitigasi bencana berbasis teknologi kedirgantaraan. Pemahaman mendalam mengenai gangguan ionosfer ini menjadi komponen krusial dalam pengembangan sistem peringatan dini yang lebih akurat guna mereduksi risiko bencana bagi masyarakat global. Selain itu, inisiatif riset ini merupakan manifestasi nyata dari SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang membuktikan efektivitas sinergi lintas institusi dan lintas negara dalam menghasilkan inovasi teknologi untuk kepentingan kemanusiaan.

Link artikel: https://doi.org/10.1007/s00024-026-03954-9

Urgensi Informasi Geospasial untuk Kedaulatan NKRI: ITB dan BIG Gelar FGD Strategis di Jakarta

Berita Jumat, 10 April 2026

Pusat Analisis dan Penerapan Geospasial (CENAGO) Institut Teknologi Bandung, bekerja sama dengan Kedeputian Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG) BIG, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kupas Tuntas Urgensi Pemanfaatan Informasi Geospasial untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam, Keamanan Negara, dan Penanggulangan Bencana di Wilayah NKRI”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, bertempat di Royal Kuningan Hotel, Jakarta Selatan. Forum ini bertujuan untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, seperti masih banyaknya sengketa batas wilayah, tumpang tindih lahan, hingga praktik ilegal di sektor pertambangan dan kehutanan yang terjadi akibat belum optimalnya penyelenggaraan informasi geospasial yang akurat dan mutakhir di Indonesia.

Acara yang dibuka dengan sambutan dari Kepala CENAGO ITB, Dr. Ir. Wedyanto Kuntjoro, M.Sc., menghadirkan rangkaian pembicara ahli, termasuk Rektor ITB yang memaparkan peran teknologi menuju Indonesia Emas 2045 serta para deputi dari BIG, ATR/BPN, BIN, dan BMKG. Selain dihadiri oleh pejabat kementerian dan lembaga tinggi negara, kegiatan ini juga diikuti oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Departemen Teknik Geodesi UGM turut hadir memberikan kontribusi pemikiran yang diwakili oleh Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., yang juga merupakan dosen di departemen tersebut.

Melalui diskusi ini, para peserta menekankan bahwa informasi geospasial merupakan instrumen vital—layaknya papan catur dalam permainan catur—yang menentukan ketepatan, efektivitas, dan efisiensi berbagai program pemerintah. FGD ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk dorongan untuk pembenahan tata kelola, peningkatan anggaran, serta penguatan kapasitas SDM di bidang geospasial. Salah satu solusi cepat yang diusulkan adalah pembentukan Satgas Percepatan Penyelenggaraan Informasi Geospasial guna mengatasi hambatan ruang yang selama ini mengganggu upaya perwujudan kemakmuran masyarakat Indonesia.

Dr. I Made Andi Arsana Bahas Kesiapan Indonesia dalam Pemanfaatan Deep Seabed Mining di NRGS Talk Episode 2

Berita Rabu, 8 April 2026

Yogyakarta, 8 April 2026 – I Made Andi Arsana, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), menjadi narasumber dalam Podcast NRGS Talk Episode 2 yang mengangkat tema “Indonesia dan Kesiapan Menuju Pemanfaatan Deep Seabed Mining”. Podcast ini merupakan bagian dari seri diskusi yang diselenggarakan oleh Natural Resources Governance Studies.

Dalam episode bertajuk “Mineral dari Samudra: Masa Depan Energi dan Teknologi”, Dr. I Made Andi Arsana membahas secara komprehensif potensi besar sumber daya mineral laut Indonesia, serta tantangan dalam mengoptimalkan pemanfaatannya. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki landasan historis dan hukum yang kuat atas sumber daya kelautannya. Namun demikian, menurut beliau, kepemilikan hak tersebut saja belum cukup untuk menjamin terwujudnya manfaat ekonomi dan strategis secara nyata.

Dalam diskusi tersebut, I Made Andi Arsana menekankan tiga pilar utama yang perlu dibangun Indonesia agar mampu mengelola potensi deep seabed mining secara optimal, yaitu penguatan regulasi yang komprehensif, penguasaan teknologi yang memadai, serta pengembangan kerja sama global yang strategis. Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya keseimbangan antara aspek kedaulatan negara dan keterbukaan terhadap kolaborasi internasional, khususnya dalam menghadapi kompleksitas eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral di dasar laut yang membutuhkan teknologi tinggi serta investasi besar.

Podcast ini memberikan wawasan mendalam mengenai arah kebijakan dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi masa depan energi berbasis sumber daya laut, sekaligus menjadi ruang diskusi akademik yang relevan dengan isu global di bidang geospasial, kelautan, dan tata kelola sumber daya alam. Masyarakat dan sivitas akademika dapat menyaksikan diskusi lengkap tersebut melalui kanal resmi YouTube berikut: Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman publik terhadap potensi dan tantangan pengelolaan sumber daya laut Indonesia semakin meningkat, serta mendorong lahirnya kebijakan yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

1…45678…16

Agenda

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Berita Terakhir

  • Dosen Teknik Geodesi UGM Raih Best General Presenter dan Paparkan Riset Geospasial di IC-GEOREST 2026
  • Pelajari Peran Geomatika dalam Layanan TIC, Mahasiswa Teknik Geodesi UGM Sambangi PT Sucofindo
  • Belajar Pengembangan Model Kota 3D dan Digital Twin, Mahasiswa Teknik Geodesi UGM Kunjungi DCKTRP DKI Jakarta
  • Peringati 67 Tahun Teknik Geodesi UGM, Panitia Reuni KATDESI 2026 Gelar Aksi Distribusi Air Bersih ke Gunungkidul
  • Mahasiswa Teknik Geodesi UGM Pelajari Teknologi Survei dan Konstruksi Digital di Hutama Karya
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no.2 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  (+62274) 520226
  geodesi@ugm.ac.id

Direktori

  • Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik UGM
  • Jurnal JGISE

Tautan

  • Jurnal Geodesi
  • Katdesi
  • KMTG
  • Geodeta UGM

Sosial Media

  • Instagram
  • Twiter
  • Facebook
  • Email

Saran dan Masukan

  • Aspirasi UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY