Yogyakarta, 9 Oktober 2026 – Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) melalui Cecep Pratama, S.Si., M.Si.,D.Sc. memperoleh pendanaan penelitian melalui Program Peningkatan Academic Excellence Tahun 2026, Skema B. Penelitian tersebut berjudul “Implementasi AI pada Karakterisasi Deformasi Tektonik untuk Mendukung Mitigasi Bahaya Gempa Bumi Berbasis Integrasi Data InSAR, GNSS, dan Seismik.”
Penelitian ini melibatkan kolaborasi antara Cecep Pratama sebagai Ketua Peneliti, Satriawan Rasyid Purnama dari Universitas Diponegoro sebagai Anggota Peneliti, serta Mizan Bustanul Fuady Bisri, Ph.D. dari Kobe University, Jepang, sebagai mitra internasional. Penelitian juga melibatkan sejumlah mahasiswa sebagai bagian dari tim peneliti.
Penelitian berfokus pada karakterisasi deformasi tektonik di wilayah Jawa dan Sumatra melalui integrasi data InSAR, GNSS, dan seismik dengan pendekatan Artificial Intelligence (AI). Data InSAR akan digunakan untuk memperoleh informasi deformasi secara spasial dan temporal, kemudian diintegrasikan dengan data GNSS untuk menghasilkan model deformasi yang lebih komprehensif.
Hasil integrasi tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk mengestimasi parameter deformasi seperti slip rate dan strain rate, serta dikombinasikan dengan data seismik dalam analisis Peak Ground Acceleration (PGA). Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih terintegrasi mengenai karakteristik deformasi tektonik dan mendukung analisis bahaya gempa bumi.
Kebaruan penelitian terletak pada integrasi data GNSS, InSAR, dan seismik menggunakan pendekatan AI dalam satu kerangka analisis. Hasil penelitian diharapkan dapat mendukung penguatan mitigasi bencana, pengurangan risiko gempa bumi, serta pembaruan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Bumi Indonesia secara lebih akurat dan berkelanjutan.