Kuala Lumpur, Malaysia — Ada banyak cara untuk mengetahui bahwa hubungan antara kampus dan alumninya masih terjaga dengan baik. Salah satunya adalah ketika seorang alumni yang telah lama meninggalkan bangku kuliah justru dengan antusias mengundang dosen-dosen dan adik-adik almamaternya untuk berkunjung ke tempatnya bekerja. Bukan karena ada kewajiban, melainkan karena hubungan baik yang memang tidak pernah benar-benar terputus.
Cerita itulah yang mewarnai kunjungan rombongan Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), ke Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam rangkaian kunjungan akademik pada Oktober 2026.
Rombongan yang berjumlah 18 orang dan dipimpin Ketua Departemen Teknik Geodesi, Prof. Trias Aditya, mendapat sambutan hangat dari Kristiawan Tri Nugroho, yang akrab disapa Mas Wawan. Ia merupakan alumni Teknik Geodesi UGM angkatan 1999 yang kini berkarier sebagai Technical Manager di PETRONAS, perusahaan energi Malaysia.
Dari Geodeta hingga PETRONAS
Bagi sejumlah dosen Geodesi UGM, Mas Wawan bukanlah sosok yang asing. Sejak masih mahasiswa, ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk mengelola Geodeta, majalah mahasiswa Teknik Geodesi UGM.
Keterlibatan tersebut rupanya menjadi bagian dari hubungan panjangnya dengan almamater. Setelah lulus dan membangun karier profesional, komunikasi dengan kampus tetap terjaga.
Dr. I Made Andi Arsana, dosen Teknik Geodesi UGM yang merupakan kakak angkatannya, mengenang bahwa kepedulian Mas Wawan terhadap kampus bukanlah sesuatu yang baru. Dalam salah satu kesempatan, Mas Wawan pernah membantu menyediakan dukungan dana bagi mahasiswa yang membutuhkan biaya untuk mengikuti konferensi akademik. Bantuan seperti ini mungkin tidak selalu menjadi berita besar. Namun, bagi mahasiswa yang sedang berusaha mengembangkan diri, dukungan seorang alumni dapat membuat perbedaan yang nyata.
Kini, Mas Wawan telah memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di bidang geomatika, survei, dan akuisisi data geofisika untuk industri minyak dan gas. Di PETRONAS, ia menjalankan peran kepemimpinan teknis dan konsultansi untuk berbagai kegiatan, baik di darat maupun lepas pantai. Keahliannya mencakup investigasi bahaya geologi, pemantauan struktur, serta pengembangan kemampuan dan teknologi survei. Di tengah kesibukan profesionalnya, ia juga sedang menempuh pendidikan doktoral di bidang Teknik Geomatika di Universiti Teknologi Malaysia.
Perjalanan profesional tersebut memperlihatkan bagaimana ilmu geomatika dapat membawa lulusannya berkiprah dalam industri energi internasional. Namun, yang menarik dari cerita ini bukan hanya pencapaian kariernya, melainkan juga hubungan baik yang tetap ia rawat dengan kampus tempatnya belajar.
Bertemu Kembali dengan Para Pembimbing
Atas inisiatif Mas Wawan, rombongan UGM mendapat kesempatan berkunjung ke Menara Kembar Petronas. Kegiatan berlangsung dalam suasana santai melalui diskusi informal, kunjungan ke gedung, dan kesempatan berfoto bersama di jembatan yang menghubungkan kedua menara kembar yang menjadi ikon Kuala Lumpur tersebut.
Pertemuan ini juga menghadirkan momen personal yang istimewa. Mas Wawan kembali bertemu dengan Bapak Rochmad Muryamto dan Bapak Abdul Basith, dua dosen yang pernah menjadi dosen wali dan pembimbing skripsinya semasa kuliah.

Bagi seorang alumni, bertemu kembali dengan orang-orang yang pernah mendampingi perjalanan akademiknya tentu memiliki makna tersendiri. Demikian pula bagi para dosen, melihat mantan mahasiswa berkembang dan berkiprah dalam dunia profesional merupakan pengalaman yang menggembirakan.
Kehangatan kunjungan semakin terasa ketika Mas Wawan menjamu seluruh rombongan untuk makan sore di sebuah restoran di lingkungan Menara Petronas. Jamuan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena tidak semua orang berkesempatan menikmati pengalaman serupa di salah satu bangunan paling dikenal di Malaysia.

Ada pula penyerahan tanda apresiasi sebagai ungkapan terima kasih atas sambutan dan hubungan baik yang telah terjalin.
Hubungan Baik yang Membuka Peluang
Di balik suasana akrab tersebut, pertemuan juga membuka pembicaraan mengenai peluang kolaborasi antara kampus dan dunia industri.
Pengalaman Mas Wawan di PETRONAS menjadi sumber pengetahuan yang relevan bagi mahasiswa maupun dosen Teknik Geodesi UGM. Dalam diskusi informal, muncul gagasan untuk kembali menggiatkan kuliah tamu, menjajaki kunjungan lanjutan, serta membicarakan kemungkinan kesempatan magang bagi mahasiswa.
Gagasan-gagasan tersebut memang masih memerlukan komunikasi dan tindak lanjut. Namun, pertemuan ini memperlihatkan bagaimana hubungan personal yang baik dapat mempermudah terbukanya percakapan tentang kerja sama yang lebih konkret.
Hubungan antara kampus dan alumni sering kali dipahami sebagai sesuatu yang bersifat administratif. Alumni diundang ketika ada kegiatan, diminta mengisi survei, atau dihubungi ketika kampus membutuhkan dukungan. Padahal, hubungan yang kuat tidak dapat dibangun hanya ketika ada keperluan.
Pengalaman bersama Mas Wawan memperlihatkan hal yang berbeda. Kepeduliannya sudah tumbuh sejak menjadi mahasiswa, terus terjaga melalui komunikasi, dan tetap terlihat ketika ia telah memiliki tanggung jawab profesional yang besar.
Tentu saja, hubungan semacam ini tidak muncul begitu saja. Pengalaman yang baik selama kuliah, interaksi yang hangat antara mahasiswa dan dosen, serta kesediaan untuk terus berkomunikasi menjadi bagian penting dari proses panjang tersebut.
Pada akhirnya, kunjungan ke Menara Petronas ini memberikan pelajaran sederhana yang penting. Kampus tidak hanya bertugas mendidik mahasiswa hingga mereka lulus. Kampus juga perlu membangun hubungan manusiawi yang membuat alumninya merasa tetap menjadi bagian dari keluarga akademik, di mana pun mereka berada.
Sebaliknya, alumni dapat terus mengambil peran dalam perjalanan almamaternya, melalui berbagi pengalaman, membuka jejaring, atau membantu adik-adik mahasiswa menemukan kesempatan baru.
Menara Petronas mungkin menjadi tempat yang paling menarik untuk dikenang dari kunjungan ini. Namun, yang lebih berharga adalah hubungan baik yang telah dibangun jauh sebelum pertemuan tersebut terjadi, dan diharapkan terus terjaga setelahnya.
