YOGYAKARTA – Dua dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T., IPU. dan Calvin Wijaya, S.T., M.Eng., turut berpartisipasi dan mempresentasikan hasil riset mutakhir mereka pada 4th International Conference on Geoscience and Remote Sensing Technology (IC-GEOREST 2026) yang digelar pada Sabtu (24/10/2026).
Konferensi internasional tahun ini mengusung tema “Advancing Earth Observation and Geospatial Intelligence for a Sustainable Future”. Acara diselenggarakan secara hybrid oleh Center of Disaster Monitoring and Earth Observation (DMEO) Universitas Negeri Padang (UNP) dan diikuti oleh puluhan peneliti serta akademisi dari berbagai negara.
Menghadirkan Pakar Geospasial Internasional
Rangkaian acara IC-GEOREST 2026 menghadirkan sejumlah keynote speaker internasional bereputasi pada sesi pagi hari (pukul 09.00–12.00 WIB), di antaranya:
-
Dinh Ho Tong Minh, Ph.D. (France National Research Institute for Agriculture, Food and Environment & pendiri tomoSAR, Prancis),
-
Ryo Natsuaki, Ph.D. (Graduate School of Engineering, The University of Tokyo, Jepang),
-
Mustafa Ustuner, Ph.D. (Samsun University, Turki),
-
Dr. Harry Septanto (Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN, Indonesia), serta
-
Mario Batubara, Ph.D. (Pusat Riset Antariksa BRIN, Indonesia).
Setelah sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan parallel session mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Secara keseluruhan, terdapat 89 presenter internasional yang terbagi ke dalam beberapa ruang diskusi paralel.
Inovasi UAV Murah untuk Petani hingga Klasifikasi Jalan dengan Machine Learning
Pada sesi paralel, Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T., IPU. bertindak sebagai pemapar sekaligus session chair di Room 2. Beliau mempresentasikan penelitian berjudul “Augmenting A Standard Mapping UAV By Adding A Modified Low-Cost Action Camera With 830nm Filter For Relative Vegetation Vigor Zonation”.
Riset ini berfokus pada modifikasi drone peta RGB standar dengan penambahan kamera Near-Infrared (NIR) berbiaya terjangkau (low-cost). Tim peneliti UGM juga mengembangkan aplikasi khusus untuk mengolah citra hasil modifikasi tersebut. Inovasi ini dirancang agar instrumen pemetaan vegetasi yang presisi dapat dijangkau dan dimanfaatkan secara langsung oleh kelompok tani di lapangan.
Sementara itu, Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. menyampaikan penelitiannya di Room 5 dengan judul “Road Type Classification Using Machine Learning And Deep Learning In Indonesia’s Capital Cities”. Penelitian ini mengaplikasikan algoritma Machine Learning dan Deep Learning untuk mengklasifikasikan tipe dan kelas jalan secara otomatis dengan memanfaatkan sumber data terbuka (open-source data) seperti OpenStreetMap.
Sabet Penghargaan Best General Presenter
Prestasi membanggakan turut diraih oleh Calvin Wijaya, S.T., M.Eng. yang berhasil menyabet penghargaan sebagai Best General Presenter dalam konferensi internasional tersebut atas penyampaian risetnya yang komprehensif dan komunikatif.

Partisipasi aktif serta capaian kedua dosen Teknik Geodesi UGM pada forum IC-GEOREST 2026 ini menunjukkan komitmen nyata akademisi UGM dalam memperkuat kontribusi riset geospasial di tingkat global, memajukan teknologi penginderaan jauh yang aplikatif bagi masyarakat, serta mendukung pengembangan kecerdasan buatan berbasis spasial (GeoAI) untuk pembangunan yang berkelanjutan.



