Dosen Teknik Geodesi FT UGM Berkontribusi dalam Publikasi Internasional tentang Keselamatan Pejalan Kaki Lansia

Yogyakarta, 20 Februari 2026 – Febrian Fitryanik Susanta, dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), turut berkontribusi dalam publikasi ilmiah internasional berjudul GeoShapley-based interpretation of older adult pedestrian fatal vs injury crash frequency in dense urban environments. Artikel ini ditulis bersama I Gede Brawiswa Putra, Pei-Fen Kuo, Bimo Harya Tedjo, dan Dominique Lord, yang berasal dari National Cheng Kung University, Texas A&M University, serta Universitas Gadjah Mada. Publikasi ini telah melalui proses ilmiah dengan rincian: diterima pada 4 Februari 2026 dan tersedia secara daring pada 11 Februari 2026. Artikel ini dapat diakses melalui DOI berikut:
https://doi.org/10.1016/j.aap.2026.108450

Penelitian ini berfokus pada analisis keselamatan pejalan kaki lanjut usia di lingkungan perkotaan padat, dengan studi kasus di Kota Taipei. Seiring dengan meningkatnya populasi lansia secara global, isu keselamatan pejalan kaki menjadi perhatian penting dalam perencanaan transportasi. Berbeda dengan pendekatan konvensional, penelitian ini mengintegrasikan data persepsi subjektif yang diperoleh dari Street View Images (SVI) dengan metode machine learning. Tiga model dianalisis dan dibandingkan, yaitu Negative Binomial Regression (NBR), Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR), dan GeoShapley sebagai pengembangan interpretatif spasial dari kerangka SHAP berbasis XGBoost.

Sebanyak 36 variabel lingkungan dan persepsi dianalisis untuk memahami hubungan antara kondisi lingkungan perkotaan dan tingkat keparahan kecelakaan (fatal maupun cedera). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GeoShapley memberikan performa terbaik, serta mampu mengungkap bahwa faktor lokasi spasial dan interaksinya dengan variabel lingkungan menjadi penentu utama dalam frekuensi kecelakaan. Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa tingkat walkability yang tinggi pada beberapa kawasan justru berkorelasi dengan penurunan kecelakaan cedera, khususnya di wilayah perkotaan yang lebih tua. Selain itu, keberadaan fasilitas seperti toko serba ada dan panti jompo memiliki pengaruh yang bervariasi terhadap kecelakaan fatal, tergantung pada karakteristik spasial masing-masing lokasi.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan spatially explicit machine learning serta integrasi persepsi subjektif dalam memahami dinamika kecelakaan lalu lintas secara lokal, khususnya pada populasi lansia di kawasan urban. Kontribusi Febrian Fitryanik Susanta dalam publikasi ini menunjukkan peran aktif dosen Teknik Geodesi FT UGM dalam pengembangan ilmu geospasial dan transportasi di tingkat internasional, khususnya dalam mendukung perencanaan kota yang lebih aman dan inklusif.