Meet the Professor Hadirkan Akademisi Malaysia Bahas Jejak Karier Global

Yogyakarta, 22 Februari 2026 — Program Meet the Professor kembali digelar sebagai forum diskusi akademik yang mengangkat isu pengembangan karier di tingkat global. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Arsana Ecosystem dalam menghadirkan ruang dialog antara akademisi lintas negara. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami dinamika dunia akademik internasional secara lebih mendalam.

Pada edisi kali ini, kegiatan menghadirkan Dr. Hazmi Rusli sebagai narasumber utama. Ia merupakan akademisi dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang memiliki pengalaman luas dalam publikasi internasional dan kolaborasi lintas negara. Dalam diskusi tersebut, ia membagikan pengalaman serta strategi dalam membangun karier akademik di kancah global.

Dr. Hazmi menjelaskan bahwa keterlibatan dalam percakapan akademik global tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada strategi yang tepat. Ia menyoroti pentingnya publikasi ilmiah, kerja sama internasional, serta kemampuan membangun jejaring dengan akademisi dari berbagai latar budaya. Menurutnya, kombinasi faktor tersebut menjadi fondasi utama dalam mengembangkan karier akademik yang berkelanjutan.

Selain itu, diskusi juga membahas tantangan yang dihadapi akademisi dalam menjalin kolaborasi lintas negara. Perbedaan budaya, sistem pendidikan, hingga akses terhadap sumber daya menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Namun demikian, tantangan tersebut juga membuka peluang untuk pertukaran pengetahuan yang lebih luas dan inovatif.

Kegiatan ini dipandu sekaligus dikembangkan oleh I Made Andi Arsana, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berperan dalam membangun forum yang memungkinkan interaksi langsung antara akademisi Indonesia dan internasional. Melalui program ini, ia berharap dapat mendorong peningkatan kapasitas akademisi dalam menghadapi persaingan global.

Acara berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang menggali pengalaman praktis narasumber. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan karier akademik di tingkat internasional.

Penyelenggara berharap program ini dapat menjadi wadah pembelajaran yang inspiratif bagi akademisi muda di Indonesia. Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik lintas negara. Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan, kualitas penelitian dan pendidikan di Indonesia diharapkan semakin meningkat.

Ke depan, keterlibatan dalam jejaring akademik global akan menjadi faktor penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kolaborasi lintas negara tidak hanya memperkaya perspektif, tetapi juga membuka peluang inovasi yang lebih luas. Oleh karena itu, program seperti Meet the Professor dinilai strategis dalam mendukung ekosistem akademik yang berdaya saing global.