SEMARANG – Di tengah perhelatan FIT ISI & GEODETA 2026, Asosiasi Perguruan Tinggi Teknik Geodesi dan Geomatika Indonesia (APTTEGGI) menggelar rapat anggota tahunan pada Selasa (27/10/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Ramayana 3, Patra Semarang Hotel & Convention ini dipimpin langsung oleh Ketua APTTEGGI yang juga Ketua Departemen Teknik Geodesi UGM, Prof. Ir. Trias Aditya Kurniawan M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Forum vital ini turut dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister Teknik Geomatika FT UGM, Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., beserta perwakilan pimpinan departemen dan program studi geospasial dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.
Fokus utama pembahasan dalam rapat ini tertuju pada penyeragaman dan standarisasi struktur kurikulum pendidikan tinggi Teknik Geodesi dan Teknik Geomatika secara nasional. Para anggota menyelaraskan perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) beserta susunan mata kuliah pendukungnya, penyesuaian alokasi beban SKS untuk jenjang Magister (S2), hingga harmonisasi alur kelulusan (streamline) yang selama ini bervariasi antarperguruan tinggi. Langkah strategis ini diambil guna memastikan kualitas lulusan ilmu geodesi dan geomatika di Indonesia memiliki kompetensi yang setara dan berdaya saing tinggi.
Melalui konsensus yang dicapai dalam rapat ini, APTTEGGI mempertegas komitmennya untuk menjamin standarisasi pendidikan tinggi yang adil, inklusif, dan relevan dengan perkembangan industri geospasial bagi seluruh perguruan tinggi anggota. Diharapkan hasil perumusan kurikulum nasional ini tidak hanya memperkuat mutu akademik di tingkat internal perguruan tinggi, tetapi juga memudahkan mobilitas mahasiswa serta kolaborasi riset antarkampus di masa depan.


