YOGYAKARTA – Laboratorium Survei Keteknikan, Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTGD FT UGM) menerima kunjungan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kunjungan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman teknis peserta melalui pengenalan fasilitas laboratorium, peralatan pengujian, prosedur pelaksanaan pengujian, serta analisis hasil pengujian konstruksi sipil yang mendukung penyelenggaraan sarana dan prasarana perkeretaapian.
Dalam kegiatan ini, peserta mengunjungi tiga laboratorium di lingkungan Fakultas Teknik UGM, yaitu Laboratorium Survei Keteknikan di Departemen Teknik Geodesi serta Laboratorium Hidrolika dan Laboratorium Mekanika Tanah di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan. Sebanyak 30 peserta dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian dibagi menjadi dua kelompok yang mengikuti kunjungan laboratorium secara bergantian.
Di Laboratorium Survei Keteknikan, rombongan disambut oleh Kepala Laboratorium Survei Keteknikan, Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., dan Kepala Laboratorium Hidrografi, Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU., didampingi oleh laboran, yaitu Iqbal Hanun Azizi, S.T., Zulfian Isnaini Cahya, S.Si., dan Andris Sudaryanto. Dalam sesi pengenalan, dosen dan laboran menjelaskan berbagai fasilitas serta peralatan survei dan pemetaan yang dimiliki laboratorium, mulai dari instrumen survei terestris seperti theodolite, waterpass, total station, dan robotic total station, hingga teknologi geospasial modern seperti Global Navigation Satellite System (GNSS), Terrestrial Laser Scanner (TLS), Unmanned Aerial Vehicle (UAV) LiDAR, dan SLAM handheld scanner. Peserta juga diperkenalkan dengan peralatan survei hidrografi, antara lain Single Beam Echo Sounder (SBES) dan Multi Beam Echo Sounder (MBES).
Selain memperoleh penjelasan mengenai fungsi dan prinsip kerja setiap instrumen, peserta berkesempatan melihat demonstrasi penggunaan Terrestrial Laser Scanner (TLS). Demonstrasi ini memberikan gambaran secara langsung mengenai pemanfaatan teknologi pemindaian laser terestris untuk memperoleh data spasial tiga dimensi secara detail. Melalui pengenalan tersebut, peserta dapat memahami beragam teknologi survei dan pemetaan yang berpotensi mendukung kegiatan pemantauan, pengukuran, dan evaluasi infrastruktur.
Peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, terutama saat menyimak penjelasan dan menyaksikan demonstrasi peralatan survei. Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman teknis, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara DTGD FT UGM dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI. Ke depan, potensi kerja sama dapat dikembangkan melalui kegiatan pelatihan teknis, pemanfaatan teknologi geospasial untuk pemantauan infrastruktur perkeretaapian, serta kolaborasi penelitian dan pengembangan metode survei yang mendukung peningkatan kualitas dan keselamatan sarana maupun prasarana perkeretaapian.





